Monthly Archives: June 2012

Universitas Gottingen Jerman Tawarkan Joint Degree Program di Bidang Pertanian

Laporan dari Ratih Anbarini

[Unpad.ac.id, 20/11] Sektor pertanian merupakan salah satu bidang yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat dunia. Tantangan global dalam hal lingkungan menuntut setiap negara menerapkan teknologi untuk menyelamatkan sektor pertanian baik untuk masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.

Dr. Ronald F. Kuhne (Foto: Tedi Yusup)

Dr. Ronald F. Kuhne (Foto: Tedi Yusup)

Dr. Ronald F. Kuhne (Foto: Tedi Yusup)

Konsultan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Universitas Gottingen, Jerman, Dr. Ronald F. Kuhne, mengatakan hal tersebut saat memberikan presentasi Program “Sustainable International Agriculture” (SIA) di Executive Lounge, Gedung Baru Rektorat Lantai 2, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung. Ia menjelaskan bahwa SIA merupakan joint degree yang ditawarkan  Fakultas Ilmu Pertanian Organik Universitas Kassel dan Fakultas Pertanian Universitas Gottingen, Jerman.

“Ini merupakan program master dengan gelar M.Sc. yang terdiri dari empat semester dan dilakukan di masing-masing universitas secara bergantian. Program ini bertujuan untuk memenuhi tantangan global dalam pasokan makanan dan degradasi lingkungan pertanian yang berbasis pengetahuan dengan mengusulkan pilihan untuk intensifikasi sistem produksi sambil menabung dan meningkatkan potensi produktif sumber daya alam untuk generasi mendatang,” papar Dr. Ronald.

Dijelaskan Dr. Ronald bahwa dalam program SIA terbagi dalam tiga spesialisasi ilmu yang dapat dipilih mahasiswa. Mereka adalah International Agribusiness and Rural Development Economics yang bertempat di Universitas Gottingen, International Organic Agriculture yang bertempat di Universitas Kassel, dan Tropical Agriculture yang secara bergantian menempuh pendidikan di dua universitas tersebut.

Menurut Dr. Ronald, program master ini menawarkan prospek karir yang menjanjikan. “Perusahaan pemerintah maupun swasta tingkat nasional dan internasional saat ini tengah mencari tenaga ahli yang mampu menghadapi tantangan dalam keberlanjutan bidang pertanian lokal maupun global. Lulusan program ini mampu menjawab tantangan tersebut serta mumpuni untuk melanjutkan ke tingkat lebih lanjut, misalnya program doktor,” jelas Dr. Ronald.

Ia mengungkapkan bahwa program ini sangat cocok bagi mereka yang telah menempuh pendidikan Sarjana Pertanian atau bidang lain yang terkait. Untuk mengikuti program ini, calon mahasiswa setidaknya perlu memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 dengan tingkat kemampuan bahasa Inggris 550 poin untuk TOEFL.

Dr. Ronald juga menjelaskan, untuk mendaftar sebagai mahasiswa program ini, tinggal mengisi formulir aplikasi secara online di http://www.uni-goettingen.de/sia. Di situs itu pula, pendaftar dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program tersebut. (eh)*

Sumber : http://www.unpad.ac.id/archives/16409

Advertisements

Leave a comment

Filed under Activities

Prospek Pertanian Organik di Indonesia

Memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan “Back to Nature” telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.

Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.

Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya hayati tropika yang unik, kelimpahan sinar matahari, air dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghormati alam, potensi pertanian organik sangat besar. Pasar produk pertanian organik dunia meningkat 20% per tahun, oleh karena itu pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan pada tanaman bernilai ekonomis tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Peluang Pertanian Organik di Indonesia

Luas lahan yang tersedia untuk pertanian organik di Indonesia sangat besar. Dari 75,5 juta ha lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian, baru sekitar 25,7 juta ha yang telah diolah untuk sawah dan perkebunan (BPS, 2000). Pertanian organik menuntut agar lahan yang digunakan tidak atau belum tercemar oleh bahan kimia dan mempunyai aksesibilitas yang baik. Kualitas dan luasan menjadi pertimbangan dalam pemilihan lahan. Lahan yang belum tercemar adalah lahan yang belum diusahakan, tetapi secara umum lahan demikian kurang subur. Lahan yang subur umumnya telah diusahakan secara intensif dengan menggunakan bahan pupuk dan pestisida kimia. Menggunakan lahan seperti ini memerlukan masa konversi cukup lama, yaitu sekitar 2 tahun.

Volume produk pertanian organik mencapai 5-7% dari total produk pertanian yang diperdagangkan di pasar internasional. Sebagian besar disuplay oleh negara-negara maju seperti Australia, Amerika dan Eropa. Di Asia, pasar produk pertanian organik lebih banyak didominasi oleh negara-negara timur jauh seperti Jepang, Taiwan dan Korea.

Potensi pasar produk pertanian organik di dalam negeri sangat kecil, hanya terbatas pada masyarakat menengah ke atas. Berbagai kendala yang dihadapi antara lain: 1) belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik, 2) perlu investasi mahal pada awal pengembangan karena harus memilih lahan yang benar-benar steril dari bahan agrokimia, 3) belum ada kepastian pasar, sehingga petani enggan memproduksi komoditas tersebut.

Areal tanam pertanian organik, Australia dan Oceania mempunyai lahan terluas yaitu sekitar 7,7 juta ha. Eropa, Amerika Latin dan Amerika Utara masing-masing sekitar 4,2 juta; 3,7 juta dan 1,3 juta hektar. Areal tanam komoditas pertanian organik di Asia dan Afrika masih relatif rendah yaitu sekitar 0,09 juta dan 0,06 juta hektar (Tabel 1). Sayuran, kopi dan teh mendominasi pasar produk pertanian organik internasional di samping produk peternakan.

Tabel 1. Areal tanam pertanian organik masing-masing wilayah di dunia, 2002

Wilayah Areal Tanam (juta /ha)

  1. Australia dan Oceania 7,70
  2. Eropa 4,20
  3. Amerika Latin 3,70
  4. Amerika Utar 1,30
  5. Asia 0,09
  6. Afrika 0,06

Sumber: IFOAM, 2002; PC-TAS, 2002.

Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional walaupun secara bertahap. Hal ini karena berbagai keunggulan komparatif antara lain : 1) masih banyak sumberdaya lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian organik, 2) teknologi untuk mendukung pertanian organik sudah cukup tersedia seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida hayati dan lain-lain.

Pengembangan selanjutnya pertanian organik di Indonesia harus ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar global. Oleh sebab itu komoditas-komoditas eksotik seperti sayuran dan perkebunan seperti kopi dan teh yang memiliki potensi ekspor cukup cerah perlu segera dikembangkan. Produk kopi misalnya, Indonesia merupakan pengekspor terbesar kedua setelah Brasil, tetapi di pasar internasional kopi Indonesia tidak memiliki merek dagang.

Pengembangan pertanian organik di Indonesia belum memerlukan struktur kelembagaan baru, karena sistem ini hampir sama halnya dengan pertanian intensif seperti saat ini. Kelembagaan petani seperti kelompok tani, koperasi, asosiasi atau korporasi masih sangat relevan. Namun yang paling penting lembaga tani tersebut harus dapat memperkuat posisi tawar petani.

Pertanian Organik Modern

Beberapa tahun terakhir, pertanian organik modern masuk dalam sistem pertanian Indonesia secara sporadis dan kecil-kecilan. Pertanian organik modern berkembang memproduksi bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan sistem produksi yang ramah lingkungan. Tetapi secara umum konsep pertanian organik modern belum banyak dikenal dan masih banyak dipertanyakan. Penekanan sementara ini lebih kepada meninggalkan pemakaian pestisida sintetis. Dengan makin berkembangnya pengetahuan dan teknologi kesehatan, lingkungan hidup, mikrobiologi, kimia, molekuler biologi, biokimia dan lain-lain, pertanian organik terus berkembang.

Dalam sistem pertanian organik modern diperlukan standar mutu dan ini diberlakukan oleh negara-negara pengimpor dengan sangat ketat. Sering satu produk pertanian organik harus dikembalikan ke negara pengekspor termasuk ke Indonesia karena masih ditemukan kandungan residu pestisida maupun bahan kimia lainnya.

Banyaknya produk-produk yang mengklaim sebagai produk pertanian organik yang tidak disertifikasi membuat keraguan di pihak konsumen. Sertifikasi produk pertanian organik dapat dibagi menjadi dua kriteria yaitu:

a) Sertifikasi Lokal untuk pangsa pasar dalam negeri. Kegiatan pertanian ini masih mentoleransi penggunaan pupuk kimia sintetis dalam jumlah yang minimal atau Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), namun sudah sangat membatasi penggunaan pestisida sintetis. Pengendalian OPT dengan menggunakan biopestisida, varietas toleran, maupun agensia hayati. Tim untuk merumuskan sertifikasi nasional sudah dibentuk oleh Departemen Pertanian dengan melibatkan perguruan tinggi dan pihak-pihak lain yang terkait.

b) Sertifikasi Internasional untuk pangsa ekspor dan kalangan tertentu di dalam negeri, seperti misalnya sertifikasi yang dikeluarkan oleh SKAL ataupun IFOAM. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain masa konversi lahan, tempat penyimpanan produk organik, bibit, pupuk dan pestisida serta pengolahan hasilnya harus memenuhi persyaratan tertentu sebagai produk pertanian organik.

Beberapa komoditas prospektif yang dapat dikembangkan dengan sistem pertanian organik di Indonesia antara lain tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, tanaman rempah dan obat, serta peternakan, (Tabel 2). Menghadapi era perdagangan bebas pada tahun 2010 mendatang diharapkan pertanian organik Indonesia sudah dapat mengekspor produknya ke pasar internasional.

Tabel 2. Komoditas yang layak dikembangkan dengan sistem pertanian organik

Kategori Komoditi

  1. Tanaman Pangan Padi
  2. Hortikultura Sayuran: brokoli, kubis merah, petsai, caisin, cho putih, kubis tunas, bayam daun, labu siyam, oyong dan baligo. Buah: nangka, durian, salak, mangga, jeruk dan manggis.
  3. Perkebunan Kelapa, pala, jambu mete, cengkeh, lada, vanili dan kopi.
  4. Rempah dan obat Jahe, kunyit, temulawak, dan temu-temuan lainnya.
  5. Peternakan Susu, telur dan daging

Sumber Website : http://www.litbang.deptan.go.id

Leave a comment

Filed under Agriculture

Hilangkan Genangan Air Sawah, Tingkatkan Laju Pertumbuhan Padi

Kebiasaan para petani merendam sawah dengan air memang sangat efektif untuk menghambat gulma. Namun secara otomatis upaya tersebut justru menekan laju pertumbuhan tanaman padi itu sendiri.

Meskipun tanaman padi mampu beradaptasi baik dengan air, tetapi padi bukanlah tanaman air. Padi tidak dilengkapi snorkel seperti layaknya tanaman air. Dengan adanya genangan air, kebutuhan udara untuk akar akan dipenuhi dari daun dengan mengubah pipa kapiler yang biasa membawa cairan dari akar ke daun menjadi ruang yang lebih besar untuk membawa udara dari daun ke akar (mekanisme arenkhyme). Akibatnya fungsi akar tinggal seperempat hingga setangahnya saja.

Selain itu, mahluk-mahluk kecil di dalam tanah akan sangat terganggu sehingga persediaan makanan terputus. Lalu, hilang atau berkurangnya predator yang akan menolong tanaman ketika terjadi ketidakseimbangan hayati.

Depok, 27 Juni 2012

Leave a comment

Filed under Agriculture

Doa Mohon Dihilangkan Rasa Takut dan Susah

“Allahumma innia’udzu bika minal hammi wal huzni wa a’udzu bika minal ‘ajzi walkasali wa a’udzu bika minaljubni wal bukhli wa a’udzu bika min ghalabatiddayni wa qahrir rijali.”

“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kemungkaran dan kesusahan, aku berlindung padaMu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung padaMu dari tekanan hutang dan paksaan orang lain.”

Leave a comment

Filed under Activities

Bioenergi Berbasis Eceng Gondok

Sebagian masyarakat menganggap eceng gondok tanaman jenis gulma yang merugikan serta tak berguna. Ternyata, eceng gondok dimanfaatkan warga Desa Kertasari, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, sebagai bahan bakar alternatif baru untuk memasak. Saat ini sekitar enam kepala keluarga di desa tersebut telah memanfaatkan biogas dari tanaman bernama Latin Eichhornia crassipes itu.

Warga mengaku biogas ini lebih hemat ketimbang elpiji karena pembuatannya tak memerlukan biaya. Api yang dihasilkan dari biogas eceng gondok sama besarnya dengan elpiji dan bisa digunakan untuk keperluan memasak.

Proses pembuatan gas ini diawali dengan memotong batang dan daun eceng gondok. Setelah itu, potongan eceng gondok dimasukkan ke tabung reaktor terbuat dari dua drum yang disatukan. Proses ini memakan waktu tujuh hari untuk menghasilkan gas dari hasil pembusukan eceng gondok. Maka, selama tujuh hari, gas dari pembusukan eceng gondok akan mengalir ke tabung reaktor kedua untuk kemudian ditampung dalam tabung khusus.

Agar gas tidak habis, tabung fermentasi yang berdaya tampung 80 kilogram itu diisi secara berkala. Sebanyak 30 kilogram eceng gondok di drum fermentasi, hanya bisa dipakai dalam waktu sehari. Terutama, bila digunakan secara terus-menerus.

Edeng Sumirat, salah satu warga pengguna biogas di Karawang, menuturkan untuk pembuatan semua perangkat, dirinya hanya mengeluarkan biaya Rp 700 ribu. Uang sebesar ini buat membeli tiga buah drum, slang dan regulator. Alat-alat tersebut kemudian dirakit dengan cara di las. Dengan menggunakan bahan bakar alternatif dari eceng gondok ini diharapkan bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak tanah serta elpiji secara berlebihan. (ARL/ANS)

Sumber : Liputan6.com

Catatan : cari informasi soal instalasi dan cara operasi detailnya. Foto atau video juga.

Leave a comment

Filed under Environment

Doa Mohon Dipertemukan Jodoh

Doa Mohon Dipertemukan Jodoh :

“Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah.”

Artinya, “Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yang juga menjadi sahabat kami dalam urusan agama, urusan dunia, dan akhirat.”

1 Comment

Filed under Activities

Tips 18 : Olah Raga 30 Menit, Jaga Jantung Tetap Sehat

Tips Sehat 18: Olahragalah 30 menit, meningkatkan kemampuan tubuh memanfaatkan oksigen dan menjaga jantung tetap sehat.

Olah raga tidak hanya penting untuk kesehatan jantung, tetapi juga untuk kebaikan tubuh secara menyeluruh di masa yang akan datang. Olah raga memberi Anda banyak energi, percaya diri untuk berdansa dalam pesta pernikahan, atau sekedar mengejar bus. Orang malas cenderung memiliki arteri yang tersumbat oleh kolesterol jahat, kalsium, dan lemak. Sebaliknya olah raga dapat menurunkan tekanan darah, menguatkan jantung, membantu Anda menangani stress dengan baik dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen yang membuat kulit Anda bersemu merah, sehat, dan elastis.

Olah raga juga meningkatkan kemampuan tubuh memindahkan gula (bukannya lemak) dari aliran darah ke dalam otot, membantu mencegah diabetes sembari meningkatkan massa otot pembakar kalori. Sediakan waktu 30 menit untuk olah raga dan lakukan dengan rutin. (*0)

Sumber : Buku The Doctors, Sehat dalam 5 Menit.

Leave a comment

Filed under Health