Rumah Virtual

Saya memutuskan membuat Rumah Virtual baru ini didasari oleh kegelisahan saya lantaran belum memanfaatkan ilmu Biologi, studi yang saya tempuh cukup lama hingga Alhamdulillah lulus. Saya sempat ingin melupakan mimpi saya untuk menjadi peneliti ataupun analis Biologi, karena sejak lulus saya langsung bekerja di bidang jurnalistik, dilanjutkan dengan pekerjaan yang intinya menyusun kata dan tanda baca. Karena, sejak mahasiswa semester awal ketertarikan saya pada dunia tulis sepertinya lebih besar ketimbang dunia penelitian Biologi.

Usai lulus, beberapa kali saya mencari kesempatan bekerja di bidang Biologi, namun Tuhan selalu membukakan jalan lain. Rasanya tidak perlu ditulis di sini tentang upaya saya meraih peluang kerja sesuai latar belakang studi. Mungkin saya belum beruntung? Atau keberuntungan saya memang di bidang lain? Tugas saya sebagai manusia hanya berikhtiar, lalu pada akhirnya Tuhan yang menentukan jalan. Apapun jalan yang Allah berikan kepada saya selama ini, bisa saya maknai sebagai anugrah. Alhamdulillah.

Maka, di Rumah Virtual baru inilah saya coba memberikan dominasi nuansa Biologi, menuliskan sejumlah hal dari kacamata Biologi. Isu-isu biologi terapan (applied biology) yang saya tulis dengan gaya saya sendiri dan tema yang bebas saya pilih. Sejumlah tulisan diambil dari catatan lama di blog saya yang lain.

Latar belakang saya di kampus Biologi dimana saya mendapatkan pengalaman menulis laporan praktikum dan skripsi, mungkin memberikan warna tulisan yang relatif kaku, namun sisi positifnya semoga saya bisa memanfaatkan pengalaman akademis yang sistematis dan ilmiah. Pengalaman saya sebagai jurnalis koran harian dan aktifis forum kepenulisan fiksi dan non fiksi, semoga mampu menetralkannya dengan bahasa yang lebih populer sehingga mudah dipahami dan berguna bagi khalayak luas. Semua itu mempengaruhi gaya saya menulis. Entah bagaimana pembaca akan menikmati tulisan-tulisan di sini. Semoga berkenan.

Andai saya tidak memiliki kesempatan penelitian atau analisis ilmiah bidang Biologi, maka rumah inilah tempat saya berkontribusi. Banyak cita-cita yang ingin saya capai, seperti mengunjungi kebun tropis buatan ilmuwan di Eropa, menjelajah hutan Kalimantan, atau menyelam di dasar laut Raja Ampat. Someday ingin mengantongi banyak informasi tentang Natural Resources of Indonesia yang saya saksikan dengan mata kepala sendiri untuk selanjutnya dibuat kumpulan laporan jurnalistik. “Someday” is a dangerous word, so I must do something, right now!

Seorang teman bilang, Lel jangan terlalu idealis. Justru saya pikir ini bukan idealis, tapi lantaran yang saya bisa lakukan cuma ini : menulis. Teman saya yang lain, seorang jurnalis yang telah mengikuti berbagai pelatihan kepenulisan dengan teori yang ndakik-ndakik, pada akhirnya mengatakan, menulis opini di blog adalah saatnya membebaskan segala bentuk aturan ketat kepenulisan. Asyiik. Ups, itu bukan berarti bebas lepas lantas alay. Karena sejujurnya saya memimpikan tulisan dengan gaya bahasa ringan, informatif, tampilan yang elegan, dan tidak kehilangan selera humor. Maka, di Rumah Virtual inilah tempat saya belajar. Demikian saja, saya sudah bertele-tele, padahal hanya ingin menyampaikan selamat membaca dan apabila tulisan-tulisan di sini tidak cukup memberikan inspirasi, setidaknya semoga tidak menambah buruk keadaan. Toss!

Depok, Juni 2012

Leave a comment

Filed under Lifestyle

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s