Monthly Archives: July 2012

#1

Hari ini sampailah aku pada jalan impianku 6 tahun yang lalu. Hari ini lagi-lagi mengajariku untuk tidak takut bercita-cita, meskipun semua orang sangsi itu tak akan menjadi nyata. 🙂 #Segala puja puji milik Allah.

Cimanggis, 31 Juli 2012.

Leave a comment

Filed under Activities

DAAD 2013

DAAD Scholarships-for-postgraduate-courses-with-special-relevance-to-developing-countries.

Pilihan Studi : See number 28 (International Agribussiness and Rural Development.

Application deadline : German Embassy (31st July), DAAD in Bonn (31st July), and University (15st August).

Daftar ke Univ Goettingen

Penjelasan syarat umum dari DAAD (ternyata aplikasi bisa online saja)

Daftar syarat A-Z

Daftar scholarship. Penting!

http://www.uni-goettingen.de/en/information-for-applicants/136158.html

http://www.daad.de/entwicklung/studierende_und_alumni/bildung_postgradual/ast/08492.en.html

Alternative Scholarship, for Goettingen Univ

Leave a comment

Filed under Activities

Prinsip Pertanian Organik

Sekretaris PWNU Sumatra Barat, Husni Kamil Manik, mengembangkan pertanian organik. photo by Tribunnews.com.

Makanan organik di masyarakat kita kini makin familiar. Saat kita membeli sepiring menu di sebuah franchise ayam goreng, biasanya pelayannya akan menawarkan nasi organik yang dibungkus dengan kertas bercorak hijau dengan harga sedikit mahal dibandingkan dengan nasi yang dibungkus kertas corak merah.

Apa sebenarnya makanan organik? Beras, buah, dan sayuran organik bukan sekedar menghindari pestisida kimia dalam pengelolaannya, namun lebih dari itu. Banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan pertanian organik.

Pengertian pertanian organik mengalami perbaikan seiring waktu. Menurut IFOAM* (International Federation of Organic Agriculture Movements) pada tahun 2005 dan masih berlaku hingga kini (2012), prinsip pertanian organik meliputi:

  1. Prinsip kesehatan (health).

Pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan.

Prinsip ini menunjukkan bahwa kesehatan tiap individu dan komunitas tak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem. Tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman sehat yang dapat mendukung kesehatan hewan dan manusia. Kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem kehidupan. Hal ini tidak saja sekedar bebas dari penyakit, tetapi juga dengan memelihara kesejahteraan fisik, mental, sosial dan ekologi.  Ketahanan tubuh, keceriaan dan pembaharuan diri merupakan hal mendasar untuk menuju sehat.

Peran pertanian organik baik dalam produksi, pengolahan, distribusi dan konsumsi bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme, dari yang terkecil yang berada di dalam tanah hingga manusia. Secara khusus, pertanian organik dimaksudkan untuk menghasilkan makanan bermutu tinggi dan bergizi yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan. Mengingat hal tersebut, maka harus dihindari penggunaan pupuk, pestisida, obat-obatan bagi hewan dan bahan aditif makanan yang dapat berefek merugikan kesehatan.

2. Prinsip Ekologi

Pertanian organik harus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi kehidupan.  Bekerja dengan berusaha memelihara sistem dan siklus ekologi kehidupan.

Prinsip ekologi meletakkan pertanian organik dalam sistem ekologi kehidupan. Prinsip ini menyatakan bahwa produksi didasarkan pada proses dan daur ulang ekologis. Makanan dan kesejahteraan diperoleh melalui ekologi suatu lingkungan produksi yang khusus; sebagai contoh, tanaman membutuhkan tanah yang subur, hewan membutuhkan ekosistem peternakan, ikan dan organisme laut membutuhkan lingkungan perairan. Budidaya pertanian, peternakan dan pemanenan produk organik haruslah sesuai dengan siklus dan keseimbangan ekologi di alam. Siklus-siklus ini bersifat universal tetapi pengoperasiannya bersifat spesifik-lokal.

Pengelolaan organik harus disesuaikan dengan kondisi, ekologi, budaya dan skala lokal. Bahan-bahan asupan sebaiknya dikurangi dengan cara dipakai kembali, didaur ulang dan dengan pengelolaan bahan-bahan dan energi secara efisien guna memelihara, meningkatkan kualitas dan melindungi sumber daya alam.

Pertanian organik dapat mencapai keseimbangan ekologis melalui pola sistem pertanian, membangun habitat, pemeliharaan keragaman genetika dan pertanian. Mereka yang menghasilkan, memproses, memasarkan atau mengkonsumsi produk-produk organik harus melindungi dan memberikan keuntungan bagi lingkungan secara umum, termasuk di dalamnya tanah, iklim, habitat, keragaman hayati, udara dan air.

3. Prinsip Keadilan (fairness)

Pertanian organik harus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama.

Keadilan dicirikan dengan kesetaraan, saling menghormati, berkeadilan dan pengelolaan dunia secara bersama, baik antar manusia dan dalam hubungannya dengan makhluk hidup yang lain.

Prinsip ini menekankan bahwa mereka yang terlibat dalam pertanian organik harus membangun hubungan yang manusiawi untuk memastikan adanya keadilan bagi semua pihak di segala tingkatan; seperti petani, pekerja, pemroses, penyalur, pedagang dan konsumen. Pertanian organik harus memberikan kualitas hidup yang baik bagi setiap orang yang terlibat, menyumbang bagi kedaulatan pangan dan pengurangan kemiskinan.

Pertanian organik bertujuan untuk menghasilkan kecukupan dan ketersediaan pangan maupun produk lainnya dengan kualitas yang baik. Prinsip keadilan juga menekankan bahwa ternak harus dipelihara dalam kondisi dan habitat yang sesuai dengan sifat-sifat fisik, alamiah dan terjamin kesejahteraannya.

Sumber daya alam dan lingkungan yang digunakan untuk produksi dan konsumsi harus dikelola dengan cara yang adil secara sosial dan ekologis, dan dipelihara untuk generasi

mendatang. Keadilan memerlukan sistem produksi, distribusi dan perdagangan yang terbuka, adil, dan mempertimbangkan biaya sosial dan lingkungan yang sebenarnya.

4. Prinsip Perlindungan (care)

Pertanian organik harus dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab

untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan hidup.

Pertanian organik merupakan suatu sistem yang hidup dan dinamis yang menjawab tuntutan dan kondisi yang bersifat internal maupun eksternal. Para pelaku pertanian organik didorong meningkatkan efisiensi dan produktifitas, tetapi tidak boleh  membahayakan kesehatan dan kesejahteraannya.

Karenanya, teknologi baru dan metode-metode yang sudah ada perlu dikaji dan ditinjau ulang. Maka, harus ada penanganan atas pemahaman ekosistem dan pertanian yang tidak utuh.

Prinsip ini menyatakan bahwa pencegahan dan tanggung jawab merupakan hal mendasar dalam pengelolaan, pengembangan dan pemilihan teknologi di pertanian organik. Ilmu pengetahuan diperlukan untuk menjamin bahwa pertanian organik bersifat menyehatkan, aman dan ramah lingkungan. Tetapi pengetahuan ilmiah saja tidaklah cukup. Seiring waktu, pengalaman praktis yang dipadukan dengan kebijakan dan kearifan tradisional menjadi solusi tepat.

Pertanian organik harus mampu mencegah terjadinya resiko merugikan dengan menerapkan teknologi tepat guna dan menolak teknologi yang tak dapat diprediksi akibatnya, seperti rekayasa genetika (genetic engineering). Segala keputusan harus mempertimbangkan nilai-nilai dan kebutuhan dari semua aspek yang mungkin dapat terkena dampaknya, melalui proses-proses yang transparan dan partisipatif.

*IFOAM adalah federasi internasional yang memfasilitasi gerakan pertanian organik di seluruh dunia, berkantor pusat di Bonn, Jerman.

Sumber : http://www.ifoam.org/about_ifoam/principles/index.html

Depok, 5 Juli 2012

Leave a comment

Filed under Agriculture

Sejarah Cookies

DRD Cookies buatan dapur sendiri, dijamin kebersihan dan kuliatas bahan-bahannya. Toko DRD, Jl. Garuda II, no.7, pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok. (10 menit dari kampus UI). Pesan : (021) 87 71 73 65 .

Tipis, manis, renyah, kecil. Itulah cookies. Kita tentu familiar dengan cookies alias kue kering atau roti kering atau biskuit. Di Indonesia kue kering biasa disajikan untuk menjamu tamu dalam pertemuan keluarga, lebaran, natalan, ataupun berbagai perayaan lain. Bisa juga untuk cemilan pribadi disandingkan dengan teh hangat atau kopi panas. Tidak hanya di Indonesia, bahkan di semua bangsa mengenal cookies.

Kata Cookies (jamak) dan cookie (tunggal) berasal dari bahasa Belanda, dari kata “kokje” yang berarti “kue kecil.”

Cookies paling awal muncul diperkirakan abad ke-7 Masehi di Persia (sekarang Iran), salah satu negara pertama yang mengolah gula. Saat itu kue-kue yang mewah, dalam versi besar dan kecil dikenal baik di kerajaan Persia. Menurut sejarawan, gula pertama berasal dari dataran rendah Benggala atau tempat lain di Asia Tenggara. Gula menyebar ke Persia, kemudian ke Mediterania Timur. Adanya invasi Muslim di Spanyol, kemudian Perang Salib dan perdagangan rempah-rempah yang berkembang, maka teknik memasak dan bahan-bahan dari Saudi menyebar ke Eropa Utara.

Konon ditemukannya cookies ini secara tidak sengaja. Saat pembuatan kue ulang tahun yang ukurannya besar, sebelum dipanggang, dicoba lebih dulu adonan kecil untuk dipanggang di oven. Adonan kecil tersebut mengering dan ternyata rasanya lezat. Selain itu tahan lebih lama.

Bahan dasar cookies umumnya berupa margarin, terigu, telur, dan gula. Untuk variasi jenisnya dimodifikasi dengan berbagai bahan lain berupa kacang, cokelat, wijen, buah-buahan dll. Kini kita bisa menemukan ratusan resep kue kering dengan berbagai bentuk, rasa, dan warna.

Cookies di Inggris dan Australia dikenal sebagai “biscuits”, orang Spanyol menyebutnya “galletas”, di Jerman dikenal sebagai “keks” atau “Plätzchen”, di Italia dikenal dengan beberapa nama tergantung bentuk variasinya, diantaranya “amaretti” dan “biscotti.” Di Perancis dikenal sebagai “biscurt”, bis berarti dua, curt berarti masak, dengan kata lain kue yang dimasak dua kali hingga kering.

Apapun istilahnya, cookies atau kue kering atau biscuit, merupakan kue yang dimasak menggunakan open, bentuk mini, dapat dimakan 1 sampai 2 kali suap, dan tahan lama untuk disimpan. (*0)

Sumber : http://whatscookingamerica.net/History/CookieHistory.htm

Berbagai jenis dan harga kue kering DRD Cookies bisa klik di sini.

Depok, 4 Juli 2012.

Laeliyaa.

Leave a comment

Filed under Business

DRD Cookies

Keping Cokelat Mete, 250 gram, Rp.30.000

DRD Cookies buatan dapur sendiri, dijamin kebersihan dan kuliatas bahan-bahannya. Toko DRD, Jl. Garuda II, no.7, pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok. (10 menit dari kampus UI). Pesan : (021) 87 71 73 65 .

Kue Kering Wijen Hitam, 200 gram, Rp. 22.500

Putri Salju Spesial (pakai mete), 600 gram, Rp.60.000.

Keping Cokelat Mete, 250 gram, Rp.30.000.

Putri Salju Spesial (pakai mete), 300 gram, Rp.30.000.

Kue kering meises, 400 gram, Rp.46.000.

Kue kering meises, toples mini, Rp.21.000.

Nastar rasa jahe, isi selai nanas, 250 gram, Rp.40.000

Kue kering wijen hitam, 400 gram, Rp.45.000.

Tersedia Cookies (Roti Kering) di Toko DRD, Jl. Garuda II, No.7, Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok (sekitar 10 menit dari kampus UI). Telp. (021) 87 71 73 65. Roti kering DRD, dibuat di dapur sendiri, dijamin kualitas kebersihan dan pilihan bahan-bahannya. 🙂

Leave a comment

Filed under Business

Australian Development Scholarship (ADS)

Requirement Documents

Online Appication Form

Leave a comment

Filed under Activities