Curhat Konyol Pembaca

telpon kartun

kriiiiiiiing!

Kali ini cerita harian di kantorku. Kantor penerbitan, bagianku di redaksi. Tiap hari, selain menulis dan mengedit, juga menerima telepon dari pembaca. Mereka mungkin menemukan nomer telepon itu dari buku atau website kantorku. Kantorku pada awal berdirinya lebih banyak menerbitkan buku tema agrokompleks, menyebarkan informasi pertanian. Lalu dalam perkembangannya, muncul banyak imprint yang menangani buku-buku tertentu seperti lifestyle, kesehatan, pengembangan diri, teknik arsitektur, seputar rumah, desain interior dan eksterior, dunia anak, dunia olah raga, hukum, solusi bisnis dan manajemen. Life style itu termasuk buku tentang jilbab, kebaya, boneka, budaya minum kopi, dsb.

Banyaknya telpon yang masuk ini sungguh unyu-unyu, sayang sekali kalau tak diabadikan. Di antaranya curhat begini,

1. “Saya sudah membaca buku X, tapi lele saya mati terus. Kenapa ini?” Kalau untuk pertanyaan ini memang ada penulis di sini yang ngerti banget soal lele, tentu siap melayani pertanyaan seputar lele. Mulai dari lele yang diternakkan di kolam terpal sampai lele diternakkan di flashdisk. hihi.

2. “Mba, gagang pintu rumah saya rusak. Saya ingin ganti seperti di buku A, hal 36. Beli dimana?” Dikiranya kami jualan properti begituan juga, ini penerbit euy.

3. “Saya mau beli pupuk B, di daerah Aceh dimana ya?” Astaga, di Bogor pun aku gak tahu dimana, ini di seberang jauh sana, ditanyakan.

4. “Lemari yang ada di halaman sekian, yang warna hijau di toko ada gak?” Gubrak!

5. “Ayam saya sakit. Blablabla. Dibawa ke situ bisa?” Bisa, untuk disembelih.

6. “Mbak saya mau nikah. Saya baca buku soal kebaya terbitan kantor mbaknya. Bagus-bagus. Saya mau beli kebaya yang payetnya batu-batu warna biru beli dimana?” Malah curhat mau nikah, kirain mau beli buku tentang kebaya, malah mau beli kebaya. Owalah.

7. “Saya sudah senam mengikuti buku itu. Tapi saya masih gendut. Itu gimana ya? ” Dikiranya kami dokter kecantikan?

8. “Saya mau beli boneka pom-pom yang bentuk anjing untuk tahun baru, dimana ya?” Astaga, dikira kami jualan boneka juga.

9. “Mau beli mesin tetas di Kalimantan dimana ya?” Hwaaaa.

Dan banyak lagi pertanyaan yang aneh-aneh. Tapi bagaimanapun dan apapun pertanyaannya, harus dihadapi dengan ramah. Kami penerbit dan menerima order buku. Kalau tanya soal referensi buku, kami bisa memberi solusi. Pertanyaan soal pertanian, termasuk perikanan dan peternakan, kami juga masih melayani jika memang di antara editor dan penulis di sini cukup memahami. Karena sebagian dari penulis dan editor di sini kebanyakan memang lulusan ilmu pertanian. Meski sebenarnya tidak secara khusus membuka konsultasi. Biasanya nih kalau ada yang konsultasi di telepon, lama sekali. Curhat soal itik, ayam, jamur, dll. Sampai-sampai ada editor yang ngambek nggak mau terima telepon, karena menyita waktu kerjanya untuk melayani telepon-telepon yang sering di luar dari konteks. Atau malah terlampau jauh.😀

Seringkali beberapa temen sekantor pada dongkol menghadapi berbagai pertanyaan konyol dari pembaca, tapi kadang bisa buat bahan refreshing. Ada juga yang sangat sabar melayani berbagai pertanyaan di telepon. Sedangkan aku, lebih sering cekikikan mendegar pertanyaan –pertanyaan itu. Biasanya, sebelum kujawab pertanyaan itu, ujung telpon kututup dengan tangan, aku perlu jeda agar tawaku tidak didengar oleh yang di seberang sana. Lalu telepon kualihkan pada teman lain yang lebih ngerti soal terkait. Itulah insiden-insiden lucu yang mewarnai hariku.

Cimanggis, 3 Januari 2013.

Leave a comment

Filed under Lifestyle

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s