Temukan Ratusan Festival Wow di Seluruh Dunia

Oleh : Nur Laeliyatul Masruroh

Jenis buku : non fiksi
Judul Buku: Festival Wauw!
Penulis:  Andriansyah
Penerbit: Pacu Minat Baca (Penebar Swadaya Grup)
Terbit: Desember 2012
Tebal: 188 halaman

Banyak sekali festival menarik ditemukan di dunia untuk memperingati peristiwa penting atau bersejarah. Setiap negara memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan kebudayaan masyarakatnya. Indonesia misalnya, negara yang berlimpah budaya ini menawarkan bermacam festival yang mencerminkan beragam etnis dan tradisi yang menyebar di seluruh bagian nusantara. Karapan Sapi di Madura, Pasar Terapung di Banjarmasin, dan Festival Kora-kora di Ternate merupakan beberapa contoh perayaan terkenal di Indonesia yang dikupas dalam buku ini. Juga ada festival yang dianggap aneh, diantaranya ritual cukur rambut gimbal di Dieng.

Dalam buku ini selain memaparkan berbagai festival Indonesia, juga mengungkapkan beragam perayaan khas dari semua benua. Aneh, unik, fantastik, dan kontroversial. Begitulah kesan membaca festival-festival itu.  Misalnya di Jepang, setiap tahun diselenggarakan tradisi Festival Bayi Menangis. Bayi-bayi diikutkan dalam perayaaan tersebut, digendong oleh para pegulat sumo untuk menakut-nakuti mereka hingga menangis. Para orang tua di Negeri Sakura  itu meyakini bahwa bayi yang selalu menangis itu baik bagi kesehatannya. Selain itu dipercaya terhindar dari roh jahat. Bayi yang paling keras tangisannya dinobatkan sebagai pemenang. Tradisi yang unik.

Berbagai festival bunga di dunia juga ditemukan di buku ini. Di antaranya, Festifal Bunga di kebun raksasa Kew Gardens di London. Kebun ini mempunyai luas lebih dari 21 hektar. Perayaan bunga mekar ini terjadi sepanjang tahun selama lebih dari 250 tahun. Konon masa terindahnya terjadi bulan April, dimana bunga-bunga mekar dengan sempurna. Dari 8 spesies bunga terbaik di dunia, taman ini memiliki lebih dari satu. Menariknya lagi, kebun ini dipasang lima juta bola lampu dan berbagai atraksi yang menarik pengunjung. Pada waktu-waktu tertentu Kew menawarkan festival fantastik ini gratis.

Salah satu yang dianggap kontroversial adalah festival Melempar Kambing. Ritual ini terjadi di Jerman dan Spanyol setiap tahun pada hari Minggu terakhir Januari. Kambing dilempar dari atas menara gereja oleh seorang pemuda. Kambing itu harus ditangkap oleh orang-orang yang berkerumun di bawah dengan menggunakan kain terpal. Entah apa maksud festival ini, tetapi itulah fakta yang terjadi. Aksi ini tentu saja mengundang protes dari para pecinta hewan. Konon, aparat setempat mencoba melarang, namun tidak diindahkan warga. Meski menjadi kontroversi, festival ini tetap menarik minat wisatawan untuk menyaksikannya.

Buku yang memiliki ketebalan 188 halaman ini seolah mengajak kita jalan-jalan keliling dunia, mengenal  dan menyaksikan kekayaan budaya di bumi ini. Ada 189 festival yang diangkat dalam buku ini. Dilengkapi foto-foto berwarna dari setiap festival sehingga tidak bosan membacanya dan menarik keingintahuan. Bahasanya mudah dipahami, layak dibaca oleh anak-anak, remaja, hingga dewasa. Jangan sampai ketinggalan pengetahuan lantaran tidak membaca buku ini!

Leave a comment

Filed under Writing&Journalism

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s