Bukan Sumpah

sumpah-pemudaPada peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober ini sebenarnya aku ingin menandai dengan berbuat sesuatu yang berguna. Tapi apa gitu ya? Mungkin dimulai dengan berusaha menggunakan bahasa yang baik dan benar. Mungkin loh ya, gak janji.😀. Juga, berusaha membangun kalimat yang sejernih mungkin dan mengurangi penggunaan kata-kata yang rumit. Kalau memakai kata “tergantikan” lebih jernih, mengapa memilih kata rumit “tersubstitusikan”?🙂

Aku perlu memperhatikan perihal bahasa karena profesiku terkait itu. Sebagai penulis dan editor, ketika meluncurkan buku yang mengandung kesalahan bahasa, bisa ditiru oleh pembaca terus-menerus. Setiap hari aku berkutat dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menulis, dan mengedit naskah. Secara keseluruhan aku senang melakukannya. Bahkan kadang aku merasa tidak sedang bekerja, tetapi semacam menekuni hobi. Namun, yang kadang mengganggu adalah ketika aku ingin mengedit apa saja, semuanya. Ketika sedang di area publik, di sepanjang jalan rasanya ingin mengedit papan reklame, poster, dan bahkan stiker di tiang listrik.

Ketika menemukan papan nama milik tukang satai dan penjual mi, aku terbersit ingin mengoreksi. “Sate” harusnya “satai” dan “mie” harusnya “mi”. Kesalahan yang tidak dikoreksi akan diduplikasi terus menerus. Keinginan itu seringkali cuma dalam hati. Kalau dipraktekkan bisa ribut sama tukang satai. Hehe.

Untuk memahami dan menerapkan bahasa yang baik dan benar memang butuh proses. Meskipun sehari-hari aku sering membuka buku panduan tata bahasa, bisa saja aku lupa menerapkannya saat praktik penulisan dan penyuntingan (editing). Yang jelas aku harus terus belajar dan membiasakan diri menerapkannya. Meskipun tak bisa dipungkiri bahasa akan selalu berinteraksi dengan keadaan zaman dan bisa berkembang luwes.

Seperti kita ketahui, isi Sumpah Pemuda poin ketiga berbunyi, “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”  Ikrar ini dianggap sebagai penegasan semangat dan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Keinginanku untuk mencoba menggunakan bahasa yang tepat mungkin berlebihan jika disebut sumpah. Ini hanya usaha sederhana yang kulakukan semampuku, sekaligus dedikasi pada profesi. *Halaah*. Merdeka!
Cibubur, 30 Oktober 2013

Leave a comment

Filed under Activities, Lifestyle, Writing&Journalism

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s