Buku Sex, Islam, Love

Aku jarang-jarang menanti-nanti tukang pos, tapi sore itu iya. Bahkan sehari itu aku sudah tanya 3x ke orang rumah tentang kedatangan pos. Aku sedang menunggu kiriman buku.

Sekian hari lalu aku membeli buku karya seorang penulis yang kutemukan di sebuah grup diskusi di Facebook. Entah sejak kapan aku terkesan dengan pikirannya dan menyimak setiap komentarnya di diskusi grup.

Bermula ketika aku merasa namanya tidak asing hingga kemudian aku berselancar namanya di google. Ternyata dia menulis buku. Setelah melihat judulnya, sepertinya aku belum membacanya dan aku pun tidak mengenal penulisnya. Tapi entah kenapa nama itu seperti tak asing, seperti sudah kenal belasan tahun. Kelak di kemudian hari baru kutahu ternyata kami pernah beredar di ruang dan waktu yang sama, hanya saja tak pernah berjumpa.

Setelah mengirim pesan dan ngobrol di FB, dia memberitahu kalau isi bukunya berisi kisah nyata dia dan cerita fiktif yang terinspirasi dari kisah hidupnya.

Oh ya, dia mantan jurnalis, aktor, dan penulis tentunya. Latar belakang yang sama denganku. Dari sekian orang yang sering kujumpai di media sosial, dia salah satu yang terbiasa menulis dengan utuh, memperhatikan diksi, tidak banyak menyingkat, dan tidak kebanyakan tanda baca seperti titik dan koma yang biasanya dilakukan kebanyakan orang. Makanya sejak awal aku menduga dia penulis. Pikiran-pikirannya yang seringkali berbeda dengan orang kebanyakan, aku banyak setuju. Aku kadang melihatnya seperti menemukan diriku sendiri versi cowok. Heh.

Tidak semua, beberapa aku tidak setuju. Melalui percakapan di media sosial, kami sempat melewati satu dua hal salah paham. Tapi bukan hal yang besar, semua kembali baik-baik saja. Untuk mencapai keseimbangan, bandul interaksi seringkali perlu bergoyang. Tsaaah. Overall, dia partner diskusi yang baik.Juga, pada dasarnya karena aku terkesan dengan cara pikirnya, jadi aku menunggu-nunggu buah pikirnya di buku itu.

Karena banyak diskusi ini itu, tiba-tiba aku merasa dia begitu dekat. Tapi sedekat apapun kalau hanya bertemu di dunia maya, tetaplah jauh. Hingga kemudian tukang pos datang, aku segera membuka amplop, menyobek plastik bukunya dan langsung berpikir, “akhirnya aku bisa menyentuh DNA-nya!” Haha.

buku antaSampul buku itu pasti ada bekas sidik jarinya. Jadi, tentu meninggalkan DNAnya. Memangnya dia yang ngirim langsung? siapa tahu diposkan temannya. Aku yakin dia yang ngirim langsung karena setengah jam sebelum buku dikirim, dia memberitahu kalau dia mau ke kantor pos. Memangnya kenapa dengan DNA? Setidaknya aku sudah menyentuh bagian fisiknya, meskipun hanya beberapa potong kecil DNAnya. Eits.

Buku ini terdiri dari 92 halaman, 17 cerita, dan ukuran 14×20 cm. Judul ada di halaman pertama. Buku ini memang berbeda dengan anatomi buku pada umumnya. Soal penulisan, sebelumnya penulisnya pernah bilang, suka mencari bentuk baru, sengaja tidak mengikuti kaidah lama. Jadi soal anatomi, barangkali juga.

Baiklah sekarang aku siap membaca pikirannya. Kubuka di bagian daftar isi. Aku langsung menuju judul “Ortu”. Aku tertarik ingin tahu dari orang tua seperti apa dia berasal. Bapaknya seorang pegawai swasta yang mengabdi jadi guru ngaji dan imam di musala di depan rumah. Ya ampun, sama dengan bapakku. Hanya saja bapakku guru PNS yang juga mendirikan surau di depan rumah.

Bedanya, bapaknya masih ada, jadi bisa terus menjadi panutannya hingga dewasa. Sedangkan bapakku sudah meninggal sejak aku berusia 9 tahun, meninggalkan kitab-kitab yang belum semua diajarkan padaku.

Kembali ke soal bukunya. Aku membaca bagian depan tentang kisah cinta lelaki dan perempuan. si perempuan hamil, nyaris bunuh diri, dibawa rumah sakit, lalu si lelaki menghilang. Tentang cerita itu, aku menduga bagian depan itu kisah nyata, tapi yang belakang sepertinya fiktif. Tapi entah kenapa bikin aku ketar-ketir, duh jangan sampai penulisnya pernah hamilin orang, terus kabur.

Cerita selanjutnya, latar Amerika, dugaanku juga di kisah itu ada bagian kisahnya. Di ujung kisah, si lelaki bercinta dengan si perempuan bule. Lagi-lagi, ada saja hal tak terduga yang bikin kaget. Hingga kemudian si perempuan membunuh si lelaki karena tahu dia muslim, untuk membalas dendam peristiwa 9/11. Saat menemukan lelaki itu mati, aku malah lega karena itu artinya ujungnya fiktif. Si lelaki dalam kenyataannya tidak mati, malah menulis kisah itu kan? Eh, kok aku malah menuliskan detail jalan ceritanya? Maaf jadi spoiler.

Tapi cerita bercinta dengan bule itu beneran gak ya? Ya Tuhan, kenapa aku malah jadi pusing sendiri memilah-milah mana yang nyata, mana yang fiktif.

Ada beragam cerita di buku ini, tentu saja tak akan kuceritakan semua. Tentang hubungan cinta, pertemuan-pertemuan singkat di perjalanan, dan masalah-masalah lama yang belum selesai. Kisah-kisah di sini berlatar di berbagai tempat, di antaranya Jogja, Kalimantan, Amerika, Belanda, Jepang, Perancis, kereta, pesawat, kafe, dan toko roti. Pengalaman-pengalaman yang tidak biasa dan yang biasa disajikan dengan enak. Di beberapa kisah, ada saja yang bikin aku waswas; apalagi nih yang akan bikin jantungku mau copot.

Yang unik dari buku ini adalah berkover gambar minimalis, tanpa judul di sampul, hanya gambar seperti jilbab hitam dengan wajah bentuk hati. Didesain langsung oleh penulisnya. Setiap kisah ditulis pendek, lebih pendek dari cerpen pada umumnya. Seperti kata penulisnya, ia tak ingin mengikuti gaya lama. Ejaan rapi, diksi efisien, penulisnya sepertinya tahu betul bagaimana menyusun kalimat agar tidak bubazir.

Aku sebenarnya ingin bikin resensi yang agak serius, bukan curhatan begini, tapi sepertinya aku butuh jarak. Jarak antara emosi dan isi buku. Untuk saat ini jarak itu susah dibentuk karena aku kadung merasa dekat dengan penulisnya. Padahal penulisnya belum tentu merasa dekat denganku. Heuheu. Oh ya, penulisnya bernama… Hm, kasih tahu nggak ya?

Depok, 19 Desember 2014

2 Comments

Filed under Writing&Journalism

2 responses to “Buku Sex, Islam, Love

  1. anta

    Tulisan yang sangat MENARIK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s