Free Hug

Ini tentang temanku, wartawan media asing, kebangsaan Jepang tugas liputan di Jakarta. Laki-laki, beberapa tahun lebih muda dariku. Hari raya Idul Fitri ini dia datang ke rumah. Dia cerita kalau dia ikut shalat Ied di masjid. Dia beragama Budha, tetapi sedang belajar Islam. Sejak sekian bulan lalu kami bertemu memang dia sering tanya tentang Islam. Termasuk larangan soal makanan. Suatu hari saat kami makan bersama dia bilang padaku, “Kalau kamu Muslim tidak boleh makan babi, dalam agamaku Budha tidak boleh makan monyet.” saat itu nampaknya dia sedang menunjukan bahwa dia juga memegang prinsip dalam menjalankan perintah agamanya. Dalam hatiku, aku muslim dan juga nggak makan monyet kali. hihihi.

Oh ya dia cerita saat ikut shalat nggak sampai selesai. Lalu motret-motret jamaah. Duh, gimana tuh ya? Di tengah-tengah gerakan shalat, lalu tiba-tiba jalan-jalan motret. hehe.

Dia juga belajar mengucapkan basmalah. Tadi dia lakukan sebelum makan. Lalu latihan mengucap salam dengan benar dan cara menjawab salam. Kami bicara dalam bahasa Inggris, karena dia belum lancar bahasa Indonesia dan aku gak bisa bahasa Jepang. Lalu menyinggung sedikit tentang prinsip dalam Islam yang mengesakan Allah dan beriman bahwa Nabi Muhammad sebagai pembawa pesan. Lalu sampailah dia cerita tentang pacar barunya yang muslim dan berjilbab. Dia tanya, apakah ketika dia berpacaran dengan muslim yang berjilbab harus menikahinya. Eng, eng, eng, aku bingung jawabnya deh. Harus gak ya? Kubilang, if you make a serious relationship with her, the goal is to get married.

Selanjutnya, dia sempat menunjukan video tentang free hug for peace. Sebuah aksi yang dilakukan seorang Jepang di Korea. Selama ini Korea dan Jepang tidak akur meskipun secara fisik dan budaya mereka hampir sama, tetapi berbeda. Mungkin seperti hubungan Indonesia dan Malaysia. Dia minta pendapatku tentang free hug for peace tersebut. Menurutku, it’s nice idea, creative. Lalu kutanya balik, do you want to do this in Indonesia? Dia segera menyahut, but in here the Moslem cannot hug each other, right?

(Catatan lama)

Depok, 19 Agustus 2012

Leave a comment

Filed under Conservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s