Romantis

Apa itu romatis? Aku sering tidak bisa mendefinisikan itu hingga semalam ketika menemukan bulan di antara arakan awan dan mendapati aku sendirian menulis, kuyakin itulah yang disebut romantis.

Semalam kudapati bulan yang bulat penuh. Menurutku itu salah satu malam paling romantis. Aku duduk sendirian di lantai dua bagian depan, mengetik di meja yang dibatasi dinding kaca. Rumah ini dikelilingi banyak kaca di mana-mana, tembus pandang, entahlah di luar sana ada yang melihatku atau tidak. Di samping dinding ini ada perpustakaan lumayan besar. Aku sehari-hari tinggal di sini.

Malam itu aku memeriksa naskah novelku. Entah sudah yang keberapa kubaca ulang. Membuang bagian yang berlebihan dan melengkapi yang kurang. Tiba-tiba seorang sahabat lama menyapaku di Skype dan bilang akan video call.

Sekian waktu sebelumnya, beberapa kali kami komunikasi video call dan ngobrol dalam boso londo untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kami masing-masing. Dia juga menanyakan beasiswa les onlineku yang masih berlangsung. Jangan ada yang cemburu ya, ini temanku lelaki dan beneran teman baikku. Teman dansa saat bermain teater dulu dan kini jadi pendeta. Serius pendeta? Ya, serius, dia telah berkeliling mengabdi di sejumlah gereja.

Kami ngobrol soal copyediting karena dia tertarik soal itu. Di tengah komunikasi skype, dia ditelepon pacarnya. “Sorry, aku ditelepon my boyfriend,” katanya. My boyfriend? Ya, pacar lelakinya. Dia lelaki pecinta lelaki. Kamu boleh menganggap ini serius ataupun tidak serius. Skype masih nyala. Ampun deh, aku malah menyimak orang pacaran. Haha. Dia bilang, meski punya pacar dan banyak teman, sering merasa kesepian. Hm, gitu ya. Aku saja yang nggak punya pacar, nggak kesepian. Atau, aku tidak tahu apa itu kesepian? Sesadarku, aku justru seringkali lebih suka sepi karena lebih bisa menata pikiranku sendiri. Tapi aku juga senang ketika ada teman datang, kehadiran lewat Skype saja seperti ini bagiku tetap berarti.

Romantis tidak melulu terkait dengan kekasih, bisa juga tentang diri sendiri yang menghikmati sepi dan memberi arti pada kehadiran teman.

07 Januari 2015

Leave a comment

Filed under Conservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s