Kapan

Lebaran ini saya nggak mudik. Banyak alasan, salah satunya masih menyelesaikan “les bahasa” dan persiapan ikhtiar untuk masa depan. Huaaa apaan tuh?

Sedih nggak mudik karena nggak bisa ngumpul keluarga besar dan nggak bisa silaturrahim tetangga dekat. Keuntungannya adalah nggak ada yang tanya “kapah nikah”.

Masyarakat kita memang ribet banget ngurusin orang yang belum nikah. Padahal yang menjalani saja santai, orang lain malah yang nggak sabar. Haha. Ntar kalau sudah saatnya, Insyaallah sampai. Memutuskan nikah itu tidak seperti memutuskan berkarier, dijalani dulu kalau nggak cocok pindah tempat kerja. Laaah.

Dulu saya sempat mencatat jumlah pertanyaan kapan nikah dalam sekian tahun. Lebih dari 100x. Sekarang males mencatat lagi.😀. Kurang kerjaan waktu itu. Pertanyaan seputar jodoh akan datang terus sampai kapanpun. Pertanyaan “Kapan nikah” biasanya akan diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini:

1. Sekarang pacarnya siapa? (memangnya beda orang sama tahun sebelumnya?)

2. Jangan kelamaan pacarannya, buruan nikah (eh, memangnya punya pacar?)

3. Jangan terlalu milih-milih, yang penting a-i-u-e-o (beli sandal jepit saja milih, urusan superpenting macam jodoh masa nggak boleh milih?).

4. Sama si Fulan nggak mau, sama anaknya ibu Fulanah nggak cocok, terus mau yang seperti apa? (Hm… gimana ya, kalau belum cocok masa mau pura-pura dicocok-cocokkan? :)).

Buat yang belum nikah, pasti sudah kebal dengan pertanyaan begitu kan? Tos dulu.

“Yang dicari yang kayak apa sih?” Pertanyaan bagus yang akan selalu datang. Pada dasarnya semua orang mungkin sama, kalau soal kriteria susah dijelaskan. Yang jelas, kalau sudah yakin dan cocok, biasanya mudah memutuskan menikah. Tidak harus mengenal/pacaran bertahun-tahun. Cukup kenal sebulan kalau memang saling cocok, sangat mungkin memutuskan segera menikah. Jangankan sebulan, baru bertemu kali pertama pun bisa saja yakin berjodoh. Banyak contohnya.😉

Konon urusan jodoh ada campur tangan Tuhan yang sangat besar. Sepertinya benar. Kalau belum saatnya ketemu, tak akan ketemu, musti sabar menunggu. Biarpun orangnya supel, keren, ganteng, pinter, bangsawan, dan tajir mlintir, kalau belum saatnya ketemu jodoh, masih harus terus mencari. Dude Herlino saja baru menemukan jodohnya setelah usia kepala tiga. Saat Dude umur 27 kurang apa coba? Semua sudah dia miliki, punya peluang banyak memilih perempuan, tapi saat itu belum juga menemukan. Berarti saat itu belum ketemu orang yang tepat kan? *kok contohnya Dude sih? Lah suka-suka dong ah.

Begitu juga sebaliknya, orang yang sangat jarang ketemu orang, nggak gaul, katrok, pekok, kalau sudah saatnya berjodoh, bisa saja ketemu jodohnya segera.

 Seseorang ketemu jodoh jalannya macam-macam. Ada yang sudah kenal belasan tahun, teman sekolah, teman kuliah, teman les, dijodohkan keluarga, dikenalkan teman, ketemu di seminar, di perjalanan, di hutan, di rumah ibadah, di kantor polisi, atau malah ketemu di pasar burung. Ada yang awalnya temenan, sahabatan, musuhan, pacar teman (heh?), atau malah pada pandangan pertama langsung yakin dialah soulmatemu! Dan yang lebih penting adalah bagaimana menjalani selanjutnya agar senantiasa saling bahagia, selamanya.❤

Jadi, bertemu jodoh sepertinya peristiwa alam yang nggak ada rumusnya. Mungkin lhoh ya, saya cuma nebak. Yang belum ketemu, sabar saja, karena pada dasarnya Tuhan sudah menyiapkan. Cinta itu tidak bisa dipaksakan kedatangannya. Sudah gitu saja, awas kalau ada yang komen tanya kapan nikah, denda 10 juta!

Suatu tempat, 07 Agustus 2014

Leave a comment

Filed under Activities, Lifestyle

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s