Sengaja Langgar Aturan

“Jika salah, harus konsisten salah sampai akhir.”

Adagium di atas adalah salah satu aturan tak tertulis dalam penyuntingan (copyediting). Kita boleh melanggar aturan asal konsisten. Maksudnya? Misalnya kita ingin menggunakan kata Al-quran (A besar pakai strip) dalam sebuah buku, padahal dalam KBBI tulisan yang betul adalah Alquran (huruf A besar tanpa strip), maka seterusnya dalam satu buku, kata itu harus ditulis konsisten sama, Al-quran. Tidak boleh ganti-ganti, kadang al-Quran, Alqur’an, atau Al-Quran.

Oh ya, meskipun saya menekuni dunia copyediting, dalam praktiknya saya juga SENGAJA melanggar kaidah penulisan, di antaranya:

1. Kata “tetapi”, kaidah bakunya tidak boleh di awal kalimat dan tidak boleh disingkat jadi “tapi”. Saya sengaja sering menyingkat menjadi “tapi” dan menaruhnya di depan kalimat, tentu saja untuk tulisan nonformal semacam catatan ini. Untuk tulisan formal, saya berusaha memenuhi kaidah yang baik dan benar.

Sekadar info saja, Gunawan Muhammad juga seringkali menggunakan kata “tapi” di awal kalimat dalam tulisan Catatan Pinggir, majalah Tempo.

2. Kata “namun”, kaidah bakunya harus selalu di awal kalimat diikuti tanda koma, tidak boleh di tengah kalimat. Kalau yang ini saya berusaha tidak meletakkan kata itu di tengah kalimat, meskipun untuk catatan tak resmi. Hanya saja, saya tidak suka kata “namun”, lebih enak pakai “tapi”, makanya sengaja menggunakan kata “tapi” di awal kalimat. Menurut saya, kata “namun” terlalu formal, lebih sering saya pakai untuk tulisan-tulisan resmi.

3. Kata “dan” dan “atau”, kaidah bakunya tidak boleh di awal kalimat. Saya sering sengaja menggunakan di awal kalimat sebagai bentuk penekanan. Dalam tulisan prosa, “pelanggaran” yang ini biasa dilakukan, tapi dalam tulisan-tulisan formal semestinya tidak demikian.

Kata lainnya saya belum ingat lagi. Itu saja dulu. Pada intinya, menurut saya, melanggar aturan kaidah penulisan itu sah, tapi musti tahu kalau itu sengaja melanggar. Sebaiknya tetap paham kaidah penulisan, jadi tahu cara penggunaan yang tepat, kapan boleh melanggar, kapan harus mengikuti aturan ketat.

Perpustakaan, 10 Januari 2015.

Leave a comment

Filed under Conservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s