Benalu Selalu Menarik Perhatianku

Di antara semua tumbuhan di muka bumi ini yang paling menarik perhatianku adalah benalu. Itulah kenapa penelitian skripsi dan seminarku tentang benalu. Ada sejumlah alasan mengapa benalu itu menarik di mataku. Dia termasuk tumbuhan dikotil, memiliki struktur batang berkayu sama dengan pohon dikotil umumnya, tetapi tidak bisa tumbuh di tanah. Dia memiliki daun hijau untuk membuat makanannya sendiri (berfotosintensis) tetapi hidupnya harus menumpang di inang tumbuhan lain. Aku pernah juga mencoba mengkultur daunnya dengan medium agar-agar dan gagal tumbuh. Seingatku pernah ada literatur yang pernah menyatakan berhasil mengkultur daun benalu dengan medium agar, tapi saat dipindah ke medium tanah tetap tidak bisa tumbuh.

Alam ini bekerja secara unik. Kenapa ada tumbuhan jenis benalu eksis di bumi ini? Entahlah. Yang jelas, burung-burung tertentu perlu buahnya untuk makanan. Mereka akan menelan bulat buahnya, lalu membuang bijinya melalui kotoran. Tubuh burung tidak mencerna biji benalu, biji dikeluarkan dalam bentuk utuh. Burung mengeluarkan kotoran biji benalu itu di batang, ranting, dan daun pepohonan. Selanjutnya biji akan membuat kehidupan baru.

Selain di batang dan ranting, biji benalu bisa tumbuh di daun dikotil yang kuat. Berulang kali aku temukan benih yang hidup di daun. Namun, memang lebih banyak yang tumbuh di batang karena bisa lebih kokoh mengambil hara tanaman lain. Malah ada juga benalu jenis A nempel di benalu jenis B. Benalu jenis B nempel di tumbuhan inang.

Di bawah mikroskop, preparat awetan sel-sel benalu yang menembus organ inang bisa dilihat dan digambarkan. Mereka menembus jaringan organ inang dengan sel-sel haustorium. Sel yang serupa ukurannya dengan floem. Mereka menembus sedikit demi sedikit ke batang hingga meluas menguasai batang inang yang bisa menyebabkan inang mati.

Saat itu aku hanya meneliti mikroanatominya. Karena masih penasaran, kutemui seorang dosen genetika untuk menanyakan benalu secara genetis. Katanya benalu memiliki kromosom tertentu yang mengindikasikan tidak bisa mengambil hara dari tanah. Namun, bisa mengubah oksigen dan sinar matahari menjadi gula, bisa membuat makanan sendiri seperti tumbuhan pada umumnya. Dulu aku juga sempat kontak via email dengan salah satu profesor peneliti benalu di Amerika untuk diskusi soal benalu. Bahkan, namanya menjadi salah satu rujukan dalam penelitianku. Beliau pernah bilang nanti kalau mau sekolah di Amerika diharapkan menghubungi dia untuk penelitian di laboratoriumnya. Tapi memang harus cari beasiswa dulu.

Selain itu, benalu juga memiliki kandungan kimiawi yang bisa mengendalikan sel kanker. Banyak orang farmasi yang telah penelitian ini. Di negara maju belah telah diekstrak dan dibuat tablet untuk obat kanker, di Indonesia masih menjadi obat herbal yang diolah secara tradisonal. Mungkin ini salah satu istimewanya benalu.Tapi juga nggak terlalu istimewa karena tumbuhan lain yang bukan parasit pun ada yang memiliki kandungan serupa.

Entah kenapa eksisnya benalu di bumi ini selalu menarik buatku. Seandainya aku ditakdirkan jadi peneliti Biologi, aku ingin fokus di tumbuhan parasit dan ingin memberinya nama. Ada ratusan benalu Indonesia yang belum diidentiifikasi dan belum diberi nama. Mungkin aku tidak akan menjadi peneliti biologi, tetapi kelak kalau memungkinkan, ingin membuat herbarium segala jenis benalu di dunia. Duh, mimpinya kejauhan, di Indonesia dulu saja belum tentu bisa. Jenis flora terbanyak di dunia konon ada di Kalimantan dan Brazil. Tentu termasuk jenis benalunya. Kerja ini setidaknya sudah kumulai dengan mengamati dan membuat herbarium benalu di Sleman, hanya ada tiga yang banyak ditemukan di pepohonan. Baru tiga! Lah memang di Jogja sejauh ini hanya ada tiga. Hehe.

Setiap jalan ke kota lain, yang kuamati dari pohon-pohon di jalan adalah jenis benalunya. Sejauh yang kutemukan, di kota-kota lain pun di Indonesia hanya ada tiga jenis. Hanya saja beda ukuran, kadang ada yang berdaun lebih lebar atau lebih tebal. Tetapi jenisnya sama. Sepertinya perbedaan itu karena dipengaruhi oleh faktor-faktor luar seperti tanah, kelembaban, suhu, dan akses matahari.

Mimpiku untuk menekuni Biologi sepertinya harus dikubur. Namun, aku masih selalu perhatian dengan benalu karena di manapun kakiku melangkah, setiap kali melihat pepohonan, mataku mencari benalu. Kalau soal membuat semacam rumah herbarium, itu masih menjadi impianku.❤

Suatu Tempat, 23 Januari 2015

Leave a comment

Filed under Conservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s