Monthly Archives: March 2019

Sepatu-Sepatu Sneaker-ku

Terinspirasi dari Presiden Joko Widodo yang suka baju putih, celana jeans biru atau celana kain hitam, dan sepatu sneaker, aku juga jadi suka barang-barang tersebut. Tapi, kali ini aku mau bahas sepatu dulu, khususnya sneaker yang lagi sering kupakai.

1. Adidas: Cloudfoam (Cf) Refine Adapt, hitam. Ukuran 36,7 Euro; 22,5 cm, 4 UK; 5,5 US.

Ini ringan banget, lentur, dan nyaman. Ada bagian karet yang menyelimuti punggung kaki berkesan lebih sporty. Sepatu Adidas

Beli harga Rp. 800.000 di Planet Sport Margocity Mall. Produk ini keluar 4 warna; hitam, putih, biru muda, dan krem, didesain khusus perempuan. Saat di display hanya ada hitam dan putih. Aku pilih hitam. Kenapa? Suka aja. Oh ya, di bagian jaring-jaring agak khawatir mudah sobek, tapi ternyata kuat. Produk Adidas terjamin kualitasnya. Untuk dipakai menempuh komuter sekian kali keinjak, tetap oke.

Kupikir orang di lingkaranku belum ada yang pakai ini, tapi pas naik komuter pernah ketemu cewek yang duduk di depanku pakai produk persis sama, miliknya warna putih. Kami duduk berhadapan, kembar sepatunya, cuma beda warna. Elaaah.

Sekarang di toko online ada yang diskon, bisa dapat harga Rp. 620 ribu. Di web resmi Adidas Indonesia, tetap 800 ribu. Aku beli saat harganya normal, hiks. Gpp, wong duitku turah-turah. Haha. Nggaya. Yang penting ini dibeli pakai uang hasil kerja keras sendiri.

Belakangan alhamdulillah lagi longgar buat fashion dan tetap nabung buat traveling. Tadinya kan nabung buat beli laptop tertentu yang harganya nganu, tapi ternyata ada laptop yang lebih menarik dengan harga lebih rendah, jadi uang turah-turah. Huehehe. Kalau buat infaq, amal, dan sadaqah tidak perlu dipamerkan yak. Ups.

Menurutku, beli gudget tidak perlu ngincer yang harga selangit karena gawai cepat update, mudah bosan, dan sering ganti. Laptop atau HP dipakai 3 tahun, pasti ingin ganti. Beli sesuai kebutuhan saja. Lagian aku pakai laptop hanya untuk ngetik dan ngedit poto sederhana, serta software-software ringan untuk kerja, nggak perlu spesifikasi tinggi. Tapi, kalau mau beli mahal juga gpp sih, wong duit hasil kerja sendiri. Mahal atau murah relatif ding, tergantung kemampuan. Hehe. Eh, malah bahas laptop, kembali ke sepatu.

2. Hush Puppies: Chazy Dayo in Pure White Leather. Ukuran 36 Euro; 22,5 cm; 3 UK; 5W USA.

Panjang amat namanya. Produk desain ini sepertinya hanya keluar warna putih. Ringan dan nyaman. Pas banget di kaki, enak buat jalan. Bagian lidah belakang mudah kotor, tapi gpp. Bagiku kotor dikit semacam itu malah berasa lebih berkarakter karena agak belel itu penanda telah menempuh jalanan tangguh dalam hujan, panas, dan debu. Eaaa.  IMG_20190328_080324

Beli harga Rp. 1.119.000 di gerai Hush Puppies Margocity Mall saat ada diskon 30% hanya beberapa hari. Harga asalnya Rp. 1.599.000.

Sebenarnya awalnya ke Hush Puppies mau beli hoodie yang pernah kuincer. Tapi sudah nggak ada, jadi malah beli sepatu saja. Aku mah orangnya gitu, kadang niatnya cari apa, belinya apa. Haha. Nggak selalu lah. Kebetulan lagi pingin sepatu kasual putih. Memang mudah kotor, tapi karena suka, jadi membersihkannya pun dengan bahagia. Halaaah.

3. Nike: Nike Air Max Dia, warna merah jambu. Ukuran 36,5 Euro; 23 cm; 3,5 UK.

Empuk, ringan, nyaman, hak 3 cm. Lumayan bikin badanku yang mungil jadi lebih tinggi. Haha. IMG_20190325_174607Model ini ladies only, keluar beragam warna, dengan komposisi warna yang oke banget. Selancar IG pakai kata kunci tagar #nikeairmaxdia muncul kece-kece. Release produk paling awal kayaknya di Berlin Januari 2019.

Beli harga Rp. 1. 649.000 di gerai The Althlete’s Foot, Grand Indonesia Mall. Lagi nggak diskon. Gpp, uangku lagi turah-turah. Widiiih. Maksudku, lagi ingin memberi hadiah buat diri sendiri biar lebih semangat bekerja. Huehue.

Saat itu di gerai hanya ada hitam dan pink, padahal ada warna yang lebih kece di IG, yang garis bagian bawah warna oranye. Itu mantep banget. Tapi, kalau di Jakarta bisa didapat di mana, aku nggak tahu. Jadi pilih pink. Sebelumnya memang kepikiran cari sneaker pink, baru ini nemu yang cocok.

Baiklah, sebut tiga merk cukup ya, nggak enak kalau kebanyakan. Wakaka. Kebetulan kok produk luar semua. Jadi malu sama Pak Jokowi. Beliau saja dengan bangga pakai sneakers produk lokal yang harganya di bawah sejuta. Beliau pernah pakai sneaker Brodo pas naik moge. Brodo itu brand lokal yang produknya keren, tapi sepertinya khusus buat cowok. Ukuran terkecil 39. Nggak available buat kakiku. Pak Jokowi juga pakai sepatu lokal merk NAH sampai 3 warna: putih, hitam, dan merah dengan harga berkisar 500an ribu rupiah. Kualitasnya nggak kalah bagus dengan produk internasional.

Aku rakyat jelata biasa, kelas pekerja dan pemikir di ibukota, pakai sepatu lebih mahal dari yang dipakai presiden. Ckck. Haha. Aku yakin banyak anak milenial kayak aku. Tentu saja tidak masalah. Namanya selera tak bisa dipaksa. Uang hasil jerih payah sendiri tentu saja bebas dibelanjakan apa saja. Aku cuma mau bilang, Presidenku memang sosok luar biasa: sederhana, rendah hati dan inspiratif. Pak Jokowi sadar, apapun fashion yang dipakai beliau akan mendadak laris di pasaran. Karena itu, belakangan ia memakai fashion yang bisa memperkuat produk lokal. Seperti sepatu dan jaket. Tepuk tangan! Baiklah, lain waktu aku akan pakai sepatu produk lokal bermutu baik dan membuat review.

Kuningan Jakarta, 28 Maret 2019.

Leave a comment

Filed under Conservation