Category Archives: Business

“Usaha yang paling bertahan lama ada agropreneur. Sumber daya alam terbentang luas, kita bersyukur Indonesia alamnya subur dan kaya, tapi SDM Indonesia yang kurang mampu memanfaatkannya.” Bob Sadino.

Sejarah Cookies

DRD Cookies buatan dapur sendiri, dijamin kebersihan dan kuliatas bahan-bahannya. Toko DRD, Jl. Garuda II, no.7, pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok. (10 menit dari kampus UI). Pesan : (021) 87 71 73 65 .

Tipis, manis, renyah, kecil. Itulah cookies. Kita tentu familiar dengan cookies alias kue kering atau roti kering atau biskuit. Di Indonesia kue kering biasa disajikan untuk menjamu tamu dalam pertemuan keluarga, lebaran, natalan, ataupun berbagai perayaan lain. Bisa juga untuk cemilan pribadi disandingkan dengan teh hangat atau kopi panas. Tidak hanya di Indonesia, bahkan di semua bangsa mengenal cookies.

Kata Cookies (jamak) dan cookie (tunggal) berasal dari bahasa Belanda, dari kata “kokje” yang berarti “kue kecil.”

Cookies paling awal muncul diperkirakan abad ke-7 Masehi di Persia (sekarang Iran), salah satu negara pertama yang mengolah gula. Saat itu kue-kue yang mewah, dalam versi besar dan kecil dikenal baik di kerajaan Persia. Menurut sejarawan, gula pertama berasal dari dataran rendah Benggala atau tempat lain di Asia Tenggara. Gula menyebar ke Persia, kemudian ke Mediterania Timur. Adanya invasi Muslim di Spanyol, kemudian Perang Salib dan perdagangan rempah-rempah yang berkembang, maka teknik memasak dan bahan-bahan dari Saudi menyebar ke Eropa Utara.

Konon ditemukannya cookies ini secara tidak sengaja. Saat pembuatan kue ulang tahun yang ukurannya besar, sebelum dipanggang, dicoba lebih dulu adonan kecil untuk dipanggang di oven. Adonan kecil tersebut mengering dan ternyata rasanya lezat. Selain itu tahan lebih lama.

Bahan dasar cookies umumnya berupa margarin, terigu, telur, dan gula. Untuk variasi jenisnya dimodifikasi dengan berbagai bahan lain berupa kacang, cokelat, wijen, buah-buahan dll. Kini kita bisa menemukan ratusan resep kue kering dengan berbagai bentuk, rasa, dan warna.

Cookies di Inggris dan Australia dikenal sebagai “biscuits”, orang Spanyol menyebutnya “galletas”, di Jerman dikenal sebagai “keks” atau “Plätzchen”, di Italia dikenal dengan beberapa nama tergantung bentuk variasinya, diantaranya “amaretti” dan “biscotti.” Di Perancis dikenal sebagai “biscurt”, bis berarti dua, curt berarti masak, dengan kata lain kue yang dimasak dua kali hingga kering.

Apapun istilahnya, cookies atau kue kering atau biscuit, merupakan kue yang dimasak menggunakan open, bentuk mini, dapat dimakan 1 sampai 2 kali suap, dan tahan lama untuk disimpan. (*0)

Sumber : http://whatscookingamerica.net/History/CookieHistory.htm

Berbagai jenis dan harga kue kering DRD Cookies bisa klik di sini.

Depok, 4 Juli 2012.

Laeliyaa.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Business

DRD Cookies

Keping Cokelat Mete, 250 gram, Rp.30.000

DRD Cookies buatan dapur sendiri, dijamin kebersihan dan kuliatas bahan-bahannya. Toko DRD, Jl. Garuda II, no.7, pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok. (10 menit dari kampus UI). Pesan : (021) 87 71 73 65 .

Kue Kering Wijen Hitam, 200 gram, Rp. 22.500

Putri Salju Spesial (pakai mete), 600 gram, Rp.60.000.

Keping Cokelat Mete, 250 gram, Rp.30.000.

Putri Salju Spesial (pakai mete), 300 gram, Rp.30.000.

Kue kering meises, 400 gram, Rp.46.000.

Kue kering meises, toples mini, Rp.21.000.

Nastar rasa jahe, isi selai nanas, 250 gram, Rp.40.000

Kue kering wijen hitam, 400 gram, Rp.45.000.

Tersedia Cookies (Roti Kering) di Toko DRD, Jl. Garuda II, No.7, Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok (sekitar 10 menit dari kampus UI). Telp. (021) 87 71 73 65. Roti kering DRD, dibuat di dapur sendiri, dijamin kualitas kebersihan dan pilihan bahan-bahannya. 🙂

Leave a comment

Filed under Business